Bendahara Gunakan Rekening Pribadi Untuk Mengelola dana BANSOS

0
305

Radardaerah.com – Lubuklinggau

Pada TA 2017, Pemerintah Kota Lubuklinggau menganggarkan Belanja Bantuan Sosial (BANSOS) untuk individu, keluarga, kelompok dan/atau masyarakat. Belanja bantuan sosial bersifat tidak mengikat dan tidak secara terus-rnenerus diberikan kepada penerima. Namun dalam mencairkan dana BANSOS ini, Hairul selaku bendahara menggunakan dua Rekening pribadi milik nya. Jumat (14/6).

Dana BANSOS kota lubuklinggau TA 2017 ini diberikan secara selektif untuk melindungi dari kemungkinan terjadinya risiko sosial. Aneh nya kegiatan yang telah di realisasi 93,48% dari anggaran sebesar 7 Miliar lebih ini dicairkan melalui rekening pribadi milik Hairul.

Pemerintah Kota Lubuklinggau dalam memberikan dan menetapkan jenis BANSOS telah diatur dalam Surat Keputusan (SK) Walikota Lubuklinggau Nomor 290/KPTS/BKD/2016 tentang Pemberian Dana Bantuan Sosial kepada Individu/Keluarga/Kelompok dan/atau Masyarakat Kota Lubuklinggau Tahun Anggaran 2017.

Diantara jenis bantuan berdasarkan SK Walikota yakni bantuan uang duka dan pemakaman, bantuan transpor pendamping berobat dan bantuan bencana alam.

Untuk mendapat bantuan sosial ini rnasing-masing OPD menerima proposal pengajuan dari calon penerima bantuan, kemudian OPD menyerahkan proposal dan dokumen dengan kelengkapan kepada badan keuangan daerah (BKD) dalam hal ini Bendahara Bantuan. Selanjutnya di ajukan pencairan dari Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke rekening Bendahara Bantuan dengan mekanisme SP2D Langsung (SP2D-LS).

Berdasarkan data yang dihimpun, Bendahara Bantuan Menggunakan Rekening Pribadi sebagai Rekening untuk Mengelola Dana Bantuan Sosial tersebut. Hasil konfirmasi kepada Hairul selaku bendahara mengatakan,

“Tidak ada masalah lagi, uang tersebut di titipkan penerima untuk sementara karena si penerima bantuan takut uangnya hilang jika dibawa kemana-mana saat pencairan,” cakap Hairul

Alasan yang dikemukakan Hairul ini tidak sinkron. Berdasarkan temuan BPK alasan yang di kemukakan Bendahara untuk menghindari biaya bi/yet/eek untuk setiap kali melakukan penarikan dana dari rekening PPKD. (TIM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here