dr. Charlie; Terkait Tagihan 1,4 M RS. Siti Aisyah “PPTK Jarang Ngantor”

0
69

Radar Daerah – Lubuklinggau

Direktur Rumah Sakit Siti Aisyah dr. Carlie Esa tidak tahu menahu adanya pekerjaan Pembangunan Instalasi Bedah Sentral (IBS) yang terlambat dan belum dikenakan denda keterlambatan sebesar 1,4 Miliar. Hal ini disampaikan dr. Charlie pada saat ada tim agreditasi pusat dalam penilaian RS. Siti Aisyah Kota Lubuklinggau dari tipe C menuju tipe B. Senin (8/4).

Menurut dr. Charli Esa, dirinya baru dilantik menjadi Direktur RS. Siti Aisyah pada 1 Februari 2019, Surat Keputusan (SK) nya juga pada tanggal yang sama.

“Jadi serah terimanya apa yang ada seperti SDM dan Aset. Terkait persoalan adanya temuan BPK pada Pembangunan Gedung Instalasi Bedah Sentral (IBS), Saya tidak tahu menahu,” katanya.

Lanjut Charli, mengenai temuan silahkan tanya sama pak Mada Kabid Anggaran di Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) selaku PPK dan Heri Hamit, Kasi Perencanaan selaku PPTK nya.

“Mereka berdua selalu bekerja sama, sementara Heri Amit adalah Kasi Perencanaan di RS. Siti Aisyah sudah saya beri teguran karena jarang ngantor,” terang dr. Charli.

Tambahnya, persoalan proyek dan temuan tersebut dirinya betul-betul tidak tahu karena tidak ada laporan dari Bagian Keuangan RS. Siti Aisyah.

“Saya juga tidak mau cari tahu, itu urusan mereka dan saya tidak mau mengungkitnya karena bukan RS. Siti Aisyah yang diperintahkan untuk mengembalikan tunggakan tersebut,” ujarnya.

Saat ini gedung IBS sudah kita operasikan kegunaannya, operasi pasien sudah di gedung tersebut. Namun ada alat instalasi air yang belum bisa kita manfaatkan karena sudah habis masa serah terimanya, pungkas Charli. (AC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here