PASKIBRA MURATARA TIDAK SEINDAH HARAPAN PASCA TUGAS DI TELANTARKAN


MuratarA-Radardaerah.com- Cita ciat untuk menjadi padukan Pengibar bendera merah putih pada hari ulang tahun Relublik Indonesia adalah sesuatu yang mengembirakan, sebab dari sekian banyak calon anggota cuma diamb beberapa orang saja, dan sekaligus mengangkat nama satuan pendidikan.

Dibalik kesuksesan pelaksanaan seremonial Upacara Hari Ulang Tahun Ke-73 Negara Republik Indonesia di Ibukota Kabupaten Musi Rawas Utara ternyata semakin menunjukkan bahwa selama Pemerintahan yang berlangsung dengan mengusung Tema “MURATARA BANGKIT” pada kenyataannya hanya menumpuk segudang Catatan Pahit.

Satu Hal yang ingi kami sampaikan bahwa sejauh ini dan perlu masyarakat tahu Penjajahan sebenarnya saat ini terjadi bukan lagi dari Asing ataupun pemilik Modal melainkan dari Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara Sendiri.

Menurut Juharsyah sebuah Pil Pahit Harus Ditelan Mentah-mentah oleh Putra Putri dari Kecamatan Rawas Ilir yang sudah memberikan dedikasi tinggi terhadap Daerahnya, Event Nasional dan tahunan bagi segenap Bangsa Indonesia sendiri tahun ini Harus ditandai dengan Preseden Buruk yang menimpa Siswa-Siswi SMA Negeri Kecamatan Rawas Ilir.

Bagaimana tidak setelah hajat besar pemerintah selesai pelaku ditelantarkan begitu saja. Putra Putri Kecamatan Rawas Ilir yang sebelumnya dianggap Beruntung oleh Rekan-rekan bahkan Orang Tua dan lingkungannya selama ini pada kenyataannya hanya menjadi Korban kepentingan Elit diwilayah pemerintah kabupaten Muratara.

Siapa yang berhak disalahkan disini kami masyarakat hanya bisa memberikan keterangan sesuai yang kami lihat, akibat dari kepentingan Pribadi yang dicampuri dengan bumbu-bumbu tidak peduli oleh pelaku kebijakan pada pemerintah muratara sehingga pada saat pelepasan Anggota Paskibraka yang dilakukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga tidak dihadiri oleh Kepala SMA Negeri Kecamatan Rawas Ilir, dan Hal inilah yang menjadi pemicu terlantarnya Anggota Paskibraka yang terpilih dari kecamatan rawas ilir.

Nasi sudah menjadi bubur, Upacarapun sudah selesai dilaksanakan, mau tidak mau mereka harus pulang dengan berjalan kaki dari Muara Rupit ke Rawas Ilir, sebelum salah satu orang tua dari 7 Orang Anggota Paskib tersebut mendapati mereka diperjalan.

secuil luka telah digoreskan kepada Kami selaku Warga Rawas ilir, atas kejadian tersebut maka kami atas nama wali Murid yang sudah diperas keringat dan dibakar kulitnya dibawah terik mentari menuju Suksesnya pengibaran Bendera Merah Putih di Bumi Beselang Serundingan ini sangat menyayangkan hal itu menimpa anak-anak kami. Keluh Juaryah.

Di akhir penyampaiannya Juarsyah dan Wali Murid yang lainnya meminta dengan Tegas Kepada Pemkab Muratara untuk dapat menyelesaikan segera permasalahan ini, Evaluasi kerja Perangkat yang terlibat dalam hal ini, lagi-lagi kepala SMA Negeri Kecamatan Rawas Ilir, bila perlu dipecat dari Jabatannya karena hanya memberikan Citra BURUK Pemerintah atas kegagalannya dalam menjalankan tugas yang sekaligus menjadi pemegang Amanah sebagai Orang tua kedua bagi anak kami. Tegas Juarsyah.P

pengharapan baik selalu dinantikan oleh oleh orang tua dan wali murid terhadap anak-anak mereka, meski bagaimanapun kita bisa mengambil sikap dalam hal tersebut.(Dn/Rda)

Editor : Ayh Rafly Putra

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here